Komunikasi Data.


Nama :  Hidayat Setiawan
Keselamatan Data dari pencuri data (hacker)
Transaksi bisnis melalui komunikasi data memerlukan penjagaan terhadap data yang dihantar sehingga tidak dapat di robah-robah oleh orang-orang yang tidak berhak. Media dan piranti komunikasi data selalu dapat diganggu oleh orang yang tidak berhak.  Contohnya gelombang mikro dapat diambil informasinya oleh orang yang mempunyai cakram parabola. Perhatikan bahwa perobahan data mungkin dapat terjadi baik secara tidak sengaja atau secara sengaja dan juga keselamatan data dapat diganggu oleh pencuri data (hacker) dan juga merobah isi data tersebut.
NIST - National Institute of Standard and Technology telah menggariskan 5 cara dasar untuk keselamatan data - 5s - Sealed, Sequenced, Secret, Signed dan stamped:
Ukuran-ukuran Keselamatan Data, terdiri atas :
·         Sealed Message - pesan ini tidak dapat dirobah oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
·         Sequenced Message - dapat mengetahui kehilangan atau pengulangan data
·         Secret Message - pesan dihantar dalam bentuk rahasia, tidak dapat difahami oleh orang-orang yang tidak berhak.
·         Signed Message - pesan diawali dengan membuat tanda penghantar, hanya orang yang berhak dapat menghantar data.
·         Stamped message - penerimaan pesan telah disetujui oleh penerima. Ukuran-ukuran Keselamatan Data, terdiri atas :
·         Langkah-langkah penjagaan keselamatan data  hanya perlu dilakukan apa bila pada saat dibutuhkan saja.  Keselamatan yang berlebihan akan menyulitkan pengguna dan memerlukan pemprosesan yang lebih. 
·         Keselamatan data dapat dilakukan dalam berbagai komponen komunikasi data, seperti komputer host, terminal, modem, piranti keselamatan data dan media penghantaran.
·         Media penghantaran berbeda pada tahap keselamatan. Mengganti media fiber optik yang menghantar data hanya berupa  teknologi cahaya.  Media yang  tidak terpandu (infrared atau satelit) lebih mudah begi pengincaran data.
·         Menggunakan kode sandi (password) tertentu  untuk menjaga keselamatan data bagi yang dituju saja (yang berhak), dan dipilih metode kode sandi  yang sulit dipahami oleh orang lain.
·         Menggunakan sistem yang dapat membuat 'call-back devices', yaitu memriksa semua yang berhak terhadap data dengan membuat panggil ulang (call-back).  Contohnya RAS (Remote Access Control) pada Windows NT.
·         Dengan menggunkan alat-alat tertentu yang tidak banya digunakan oleh umum. Contohnya sistem ATM.
·         Menyimpan (me-rocord) semua penggunadengan  log dan teliti autdit. Contohnya semua transaksi dengan host harus direkam (recordk).
·         Closed User Groups' - hanya membenarkan pengguna tertentu atau lokasi tertentu saja yang dapat mengguna komputer.


Referensi:
Na'am jufriadif,2006.Komunikasi Data Dan Jaringan Komputer.FILKOM. YPTK

E-mail: aktifpdg@indosat.net.id
              adif@yptk.ac.id

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by ELKOM UNESA Themes | Bloggerized by ELKOM UNESA - Premium Blogger Themes | Dibangun untuk kepentingan bersama