KOMUNIKASI DATA

Nama : MARFUATIN
Nim : 085514088


KOMUNIKASI DATA

1.  Komunikasi Data

Komunikasi data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan  dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara komputer- komputer dan piranti-piranti  yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media komunikasi data.  Data berarti  informasi  yang disajikan oleh isyarat digital. Komunikasi  data  merupakan  baguan  vital  dari  suatu  masyarakat  informasi  karena sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan  komputer-komputer dapat berkomunikasi satu sama lain.

1.1 Komponen Komunikasi Data

    Pengirim, adalah piranti yang mengirimkan data

    Penerima, adalah piranti yang menerima data

    Data, adalah informasi yang akan dipindahkan

    Media  pengiriman,  adalah  media  atau  saluran  yang  digunakan  untuk mengirimkan data
    Protokol,   adalah   aturan-aturan   yang   berfungsi   untuk   menyelaraskan

hubungan.


Gambar. Komunikasi data

2.  Perbedaan Sinyal/Isyarat Analog Dengan Digital

2.1 Sinyal Analog

Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang.
Dua  parameter/karakteristik  terpenting  yang  dimiliki  oleh  isyarat  analog  adalah amplitude dan frekuensi. Isyarat analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa berdasarkan analisis fourier, suatu sinyal analog dapat diperoleh dari perpaduan sejumlah gelombang sinus.
Dengan  menggunakan  sinyal  analog,  maka  jangkauan  transmisi  data  dapat mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise. Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase.
    Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.

    Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik.

    Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu.


Gambar. Sinyal Analog

2.2 Sinyal Digital

Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan  yang  tiba-tiba  dan  mempunyai  besaran  0  dan  1.  Sinyal  digital  hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0  dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya  mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat.
Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini  biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital.
Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21). Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00,01,  10,  dan  11.  Secara  umum,  jumlah  kemungkinan  nilai  yang  terbentuk  oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2n  buah.

Gambar. Sinyal Digital

3.  Protokol

Protokol adalah sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam sebuah jaringan  komputer, misalnya mengirim pesan, data, informasi dan fungsi lain yang  harus  dipenuhi  oleh  sisi  pengirim  dan  sisi  penerima  agar  komunikasi  dapat berlangsung dengan benar, walaupun sistem yang ada dalam jaringan tersebut berbeda sama sekali. Protokol ini mengurusi perbedaan format data pada kedua sistem hingga pada masalah koneksi listrik.
Standar  protokol  yang  terkenal  yaitu  OSI  (Open  System  Interconnecting)  yang ditentukan oleh ISO (International Standart Organization).

3.1 Komponen Protokol

1.  Aturan atau prosedur

    Mengatur pembentukan/pemutusan hubungan

    Mengatur proses transfer data

2.  Format atau bentuk

    representasi pesan
3.  Kosakata (vocabulary)

    Jenis pesan dan makna masing-masing pesan


3.2 Fungsi Protokol

Secara umum fungsi dari protokol adalah untuk menghubungkan sisi pengirim dan sisi penerima dalam berkomunikasi serta dalam bertukar informasi agar dapat berjalan dengan  baik  dan  benar.  Sedangkan  fungsi  protokol  secara  detail  dapat  dijelaskan berikut:
    Fragmentasi dan reassembly

Fungsi dari fragmentasi dan reasembly adalah membagi informasi yang dikirim menjadi  beberapa paket data pada saat sisi pengirim mengirimkan informasi dan setelah diterima  maka sisi penerima akan menggabungkan lagi menjadi paket informasi yang lengkap.
    Encaptulation

Fungsi dari encaptulation adalah melengkapi informasi yang dikirimkan dengan

address, kode-kode koreksi dan lain-lain.

    Connection control

Fungsi  dari  Connection  control  adalah  membangun  hubungan  (connection) komunikasi  dari  sisi pengirim dan sisi penerima, dimana dalam membangun hubungan  ini  juga   termasuk   dalam  hal  pengiriman  data  dan  mengakhiri hubungan.
    Flow control

Berfungsi sebagai pengatur perjalanan datadari sisi pengirim ke sisi penerima.

    Error control

Dalam  pengiriman  data  tak  lepas  dari  kesalahan,  baik  itu  dalam  proses pengiriman  maupun pada waktu data itu diterima. Fungsi dari error control adalah   mengontrol   terjadinya   kesalahan   yang   terjadi   pada   waktu   data dikirimkan.
    Transmission service

Fungsi dari transmission service adalah memberi pelayanan komunikasi data khususnya  yang  berkaitan dengan prioritas dan keamanan serta perlindungan data.

3.3 Susunan Protokol

Protokol   jaringan   disusun   oleh   dalam   bentuk   lapisan-lapisan   (layer).   Hal   ini mengandung arti supaya jaringan yang dibuat nantinya tidak menjadi rumit. Di dalam layer ini, jumlah, nama, isi dan  fungsi setiap layer berbeda-beda. Akan tetapi tujuan dari setiap layer ini adalah memberi layanan ke layer yang ada di atasnya. Susunan dari layer ini menunjukkan tahapan dalam melakukan komunikasi.
Antara   setiap   layer     yang   berdekatan   terdapat   sebuah   interface.   Interface   ini menentukan  layanan layer yang di bawah kepada layer yang di atasnya. Pada saat merencanakan  sebah   jaringan,   hendaknya  memperhatikan  bagaimana  menentukan interface yang tepat yang akan ditempatkan di antara dua layer yang bersangkutan.
3.4 Standarisasi Protokol (ISO 7498)

ISO (International Standard Organization) mengajukan struktur dan fungsi protocol komunikasi data. Model tersebut dikenal sebagai OSI (Open System Interconnection) Reference Model.
Terdiri atas 7 layer (lapisan) yang mendefinisikan fungsi. Untuk tiap layernya dapat terdiri atas  sejumlah protocol yang berbeda, masing-masing menyediakan pelayanan yang sesuai dengan fungsi layer tersebut.
1.  Application Layer: interface antara aplikasi yang dihadapi user and resource jaringan yang diakses. Kelompok aplikasi dengan jaringan:
    File transfer dan metode akses

    Pertukaran job dan manipulasi

    Pertukaran pesan

2.  Presentation Layer: rutin standard me-presentasi-kan data.

    Negosiasi sintaksis untuk transfer

    Transformasi representasi data

3.  Session Layer: membagi presentasi data ke dalam babak-babak (sesi)

    Kontrol dialog dan sinkronisasi

    Hubungan antara aplikasi yang berkomunikasi

4.  Transport Layer:

    Transfer pesan (message) ujung-ke-ujung

    Manajemen koneksi

    Kontrol kesalahan

    Fragmentasi

    Kontrol aliran

5.  Network Layer: Pengalamatan dan pengiriman paket data.

    Routing

    Pengalamatan secara lojik

    setup dan clearing (pembentukan dan pemutusan)

6.  Data-link Layer: pengiriman data melintasi jaringan fisik.

    Penyusunan frame

    Transparansi data

    Kontrol kesalahan (error-detection)

    Kontrol aliran (flow)

7.  Physical  Layer:  karakteristik  perangkat  keras  yang  mentransmisikan  sinyal data.

4.  Router, Bridge dan Repeater

4.1 Router

Router adalah merupakan piranti yang menghubungkan dua buah jaringan yang berbeda tipe maupun protokol. Dengan router dapat dimungkinkan untuk :
    Menghubungkan sejumlah jaringan yang memiliki topologi dan protokol yang berbeda.
    Menghubungkan jaringan pada suatu lokasi dengan jaringan pada lokasi yang lain.
    Membagi  suatu  jaringan  berukuran  besar  menjadi  jaringan-jaringan  yang lebih kecil dan mudag untuk dikelola.
    Memungkinkan jaringan dihubungkan ke internet dan informasi yang tersedia dapat diakses oleh siapa saja.
    Mencari jalan terefisien untuk mengirimkan data ke tujuan.
    Melindungi jaringan dari pemakai-pemakai yang tidak berhak dengan cara membatasi akses terhadap data-data yang tidak berhak untuk diakses.



Gambar. Fungsi Router

4.2 Bridge

Bridge adalah jenis perangkat yang diperlukan jika dua buah jaringan bertipe sama (ataupun bertopologi berbeda) tetapi dikehendaki agar lalu lintas lokal masing-masing jaringan tidak saling mempengaruhi jaringan yang lainnya. Bridge memiliki sifat yang tidak mengubah isi maupun bentuk  frame  yang diterimanya, disamping itu bridge memiliki buffer yang cukup untuk menghadapi ketidaksesuaian kecepatan pengiriman dan penerimaan data.


Gambar. Fungsi Bridge pada jaringan


Adapun alasan menggunakan bridge adalah sebagai berikut :

    Keterbatasan  jaringan,  hal  ini  terkait  erat  dengan  jumlah  maksimum  stasiun, panjang maksimum segmen, dan bentang jaringan
    Kehandalan dan keamanan lalu lintas data, bridge dapat menyaring lalu lintas data antar dua segmen jaringan
    Semakin besar jaringan, performa atau unjuk kerja semakin menurun

    Bila dua sistem pada tempat yang berjauhan disambungkan, penggunaan bridge dengan saluran komunikasi jarak jauh jauh lebih masuk akal dibandingkan dengan menghubungkan langsung dua sistem tersebut

4.3 Repeater

Repeater adalah piranti yang berfungsi untuk memperbaiki dan memperkuat sinyal atau  isyarat  yang  melewatinya,  Dua  sub  jaringan  yang  dilewatkan  pada  repeater memiliki protokol yang sama  untuk semua lapisan. Repeater juga berfungsi untuk memperbesar   batasan   panjang   satu   segmen.   Sehingga   dapat   digunakan   untuk memperpanjang jangkauan jaringan.
  
Gambar. Fungsi Repeater


Note :
File ini di download dari :
 


0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by ELKOM UNESA Themes | Bloggerized by ELKOM UNESA - Premium Blogger Themes | Dibangun untuk kepentingan bersama