Konfigurasi Jaringan

R Ayu Fitriah / 085514030 / S1 Elkom A 2008

Konfigurasi Jaringan 

PENGENALAN ISTILAH-ISTILAH JARINGAN
Ada berbagai macam interface jaringan yang dapat digunakan di linux, yaitu :
a. Ethernet
b. Token Ring
c. FDDI
d. PPP

PPP (Point to Point Protocol)
PPP adalah protokol yang didesain untuk menghubungkan dua endpoint agar dapat saling
bertukar paket. Link ini bersifat bidireksional dan bertugas mengirim paket sesuai dengan
urutan yang ditetapkan sebelumnya (serial).  PPP diterangkan di standard protocol nomer
51, dan RFC 1661 dan RFC 1662. PPP memiliki 3 komponen inti, yaitu :
1. Menggunakan enkapsulasi datagram melalui link serial
 2. Link Control Protocol digunakan untuk menyambungkan, menkonfigurasi, dan  testing
     koneksi data link
3. Network Control Protocol digunakan untuk menghubungkan protokol yang berbeda.

Phase yang dilakukan untuk membuat koneksi dengan PPP yaitu:
1. Pembentukan link dan negosiasi konfigurasi
2. Mengukur kualiti dari link
3. Authentikasi
4. Negosiasi configurasi protokol layer Network
5. Pemutusan link
Untuk media yang lainnya PPP menggunakan enkapsulasi melalui PPP. Perangkat yang
biasa  digunakan pada komunikasi PPP antara lain modem.

Token Ring
Token Ring adalah protocol  yang dikembangkan IBM pada tahun 1970-an untuk jaringan
LAN dan menjadi standard lewat IEEE 802.5. Token ring menggunakan prinsip token
passing, yaitu jaringan menggunakan token untuk komunikasi antar node. Node yang
memegang token berhak untuk mentransmisikan paketnya. Jika node tersebut tidak memiliki token, maka node tersebut akan memberikan token ke node berikutnya. Tiap node
dapat memegang token dalam selang waktu tertentu. 
Paket akan berputar sepanjang cincin sampai mencapai node tujuan. Node tujuan akan
menyalin informasi dari paket tersebut dan memprosesnya lebih lanjut. Setalah itu, paket
tersebut akan berputar kembali sampai diterima oleh node asal. Setelah sampai, node asal
mengecek paket tersebut dan mengirimkan token ke node berikutnya yang ingin mengirim
paket ke jaringan. Token ring menggunakan topologi ring, dimana tiap computer terkonek
ke cincin jaringan lewat MAU (Multistation Access Unit) . MAU ini berfungsi mirip HUB,
namun paket bergerak satu arah dalam topologi ring. 

FDDI (Fiber Distributed Data Interconnect)
FDDI adalah interface jaringan menggunakan kabel serat optic dengan kapasitas sampai
100Mbps, berbasis token passing (seperti pada token ring) dengan menggunakan arsitektur
dual cincin LAN. Traffic FDDI pada dual cincin tersebut bergerak saling berlawanan arah
(sering disebut juga counter rotating ring). Cincin tersebut terdiri dari cincin primer dan
sekunder. Selama beroperasi, cincin primer digunakan untuk transmisi data dan cincin
sekunder berada dalam keadaan 'idle' atau tidak bekerja. Jika cincin primer mengalami
masalah, maka cincin sekunder dipergunakan untuk menggantikan cincin primer. Fungsi
utama dari penggunaan dua ring ini adalah untuk mendapatkan reliabilitas yang lebih tinggi
bila terjadi diskoneksi pada cincin primer.

FDDI (Fiber Distributed Data Interconnect)
FDDI adalah interface jaringan menggunakan kabel serat optic dengan kapasitas sampai
100Mbps, berbasis token passing (seperti pada token ring) dengan menggunakan arsitektur
dual cincin LAN. Traffic FDDI pada dual cincin tersebut bergerak saling berlawanan arah
(sering disebut juga counter rotating ring). Cincin tersebut terdiri dari cincin primer dan
sekunder. Selama beroperasi, cincin primer digunakan untuk transmisi data dan cincin
sekunder berada dalam keadaan 'idle' atau tidak bekerja. Jika cincin primer mengalami
masalah, maka cincin sekunder dipergunakan untuk menggantikan cincin primer. Fungsi
utama dari penggunaan dua ring ini adalah untuk mendapatkan reliabilitas yang lebih tinggi
bila terjadi diskoneksi pada cincin primer.

Gambar 1. Dual Ring pada FDDI
FDDI dikembangkan oleh American National Standards Institute (ANSI) melalui standar
X3T9.5 pada pertengahan 1980-an. Melalui konsep dual cincinnya, FDDI mampu
mengatasi kelemahan dari token ring yang tidak mampu mengatasi koneksi yang putus bila
lintasan cincinnya yang mengalami diskoneksi. RFC yang menerangkan FDDI adalah RFC
1188.

Ethernet
Istilah Ethernet merujuk pada local-area network (LAN) yang distandarisasi lewat IEEE
802.3 yang memanfaatkan protocol CSMA/CD. Ada tiga standar kecepatan transfer pada 
Ethernet :
• 10 Mbps—10Base- Ethernet 
• 100 Mbps—Fast Ethernet 
• 1000 Mbps—Gigabit Ethernet 
Ethernet memiliki dua komponen utama : 
Data terminal equipment (DTE),  sering disebut endstation, misalnya PC, 
workstations, file servers, or print servers
Data communication equipment (DCE), terdiri atas repeaters, network switches, and
routers, atau interface unit seperti kartu jaringan dan modem.
Sedangkan untuk medianya, ada dua macam tipe kabel, yaitu : 
• kabel tembaga : unshielded twisted-pair (UTP) and shielded twisted-pair (STP) 
• serat optik
DNS (Domain Name Server)
Name server atau server DNS yang bertugas untuk memetakan nama domain menjadi
nomor IP. Contoh ; DNS server melakukan translasi dari domain en.wikipedia.org ke
nomor IP 145.97.39.155.

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
DHCP adalah protokol yang digunakan untuk memberikan IP address, DNS, gateway, dll 
untuk komputer client secara dinamis dalam selang waktu tertentu. DHCP server memilih nomor IP sesuai dengan skup no IP tertentu yang telah dikonfigurasi oleh administrator.
Dengan menggunakan fasilitas ini, administrator tidak perlu melakukan setting jaringan
pada tiap komputer client, namun cukup di sisi server.

Gateway
Gateway adalah node yang berfungsi sebagai jalan masuk ke jaringan lain. Gateway ini
sering digunakan untuk menyebut router yang menjadi penghubung antar jaringan.
 
FILE-FILE KONFIGURASI JARINGAN DI LINUX
1. File: /etc/modules.conf
File ini memuat driver devais mana yang digunakan oleh kernel sebagai modul yang dapat
di-loading. Red Hat Linux mengenali driver kartu jaringan sebagai modul kernel yang dapat
diloading saat booting. Driver kartu jaringan ini disimpan pada /etc/modprobe.conf
Dibawah ini adalah contoh ini dari modprobe.conf
alias eth0 3c59v
alias parport_lowlevel parport_pc
alias sound-slot-0 es1371
alias usb-controller usb-uhci

Pada baris diatas, dapat dilihat eth0, yang  merupakan interface jaringan Ethernet. Ada
berbagai macam interface jaringan yang dapat dipergunakan pada Red Hat linux,
diantaranya adalah :
• Ehernet, biasa dikenali lewat notasi eth0,eth1,ethN
• Token Ring, menggunakan notasi tr0,tr1,trN
• FDDI, menggunakan notasi fddi0,fddi1,fddiN
• PPP, menggunakan notasi ppp0,ppp1,pppN
Interface jaringan ini bisa dicek lewat perintah ifconfig. Selain itu kita bisa memeriksa
output dengan perintah dmesg atau mengecek /var/log/dmesg.
$ dmesg | grep eth0 
divert:allocating divert_blk for eth0 
e100: eth0: Intel(R) PRO/100 VE Network Connection





2.  File /etc/sysconfig/network
File ini menunjukkan global konfigurasi file parameter jaringan yang dipakai system saat
booting.
NETWORKING=yes
HOSTNAME=my-hostname 
FORWARD_IPV4=true  
GATEWAY="XXX.XXX.XXX.YYY" 

3. File: /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-xxx
File ini menyimpan informasi konfigurasi interface jaringan pada direktori :
/etc/sysconfig/network-scripts/
Interface pertama dari Ethernet adalah ifcfg-eth0, berikutnya adalah ifcfg-eth1, dan
seterusnya.
Ada dua macam metode untuk melakukan konfigurasi :
·         Statis
Jika konfigurasi interface jaringan dilakukan secara statis, maka file
/etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0 akan berisi
DEVICE=eth0
BOOTPROTO=static
BROADCAST=XXX.XXX.XXX.255
IPADDR=XXX.XXX.XXX.XXX
NETMASK=255.255.255.0
NETWORK=XXX.XXX.XXX.0
ONBOOT=yes
·         Dinamis
Jika konfigurasi interface jaringan dikerjakan secara dinamis dengan menggunakan DHCP
server, maka isi file /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0 adalah :
DEVICE=eth0
BOOTPROTO=dhcp
ONBOOT=yes 

4. File: /etc/resolv.conf 
      Isi dari file ini dapat dilihat sebagai berikut :
search name-of-domain.com  - Nama dari domain anda atau domain ISP anda  
  jika anda menggunakan name server mereka
nameserver XXX.XXX.XXX.XXX - IP dari name server primer
nameserver XXX.XXX.XXX.XXX - IP address name server sekunder

File ini bertugas untuk mengkonfigurasi linux sehingga tahu DNS server mana yang
digunakan untuk mengubah nama domain menjadi IP address. Pemilihan DNS server
disesuaikan dengan urutan nameserver pada script resolv.conf
5.  File : /etc/hosts 
File ini menunjukkan list no IP dan nama dan domain computer tujuan. 
 Isi dari file ini dapat dilihat sebagai berikut :
127.0.0.1         localhost.localdomain  localhost 
XXX.XXX.XXX.XXX   node-name.node-domain  node-name

6. File : /etc/host.conf
File ini menunjukkan urutan pengecekan resolusi untuk computer anda, apakah mengecek
/etc/hosts dulu atau menanyakan DNS server dulu. Isi file host.conf adalah sebagai berikut:
Order hosts,bind 

PERINTAH-PERINTAH KONFIGURASI JARINGAN
a. Mengaktifkan dan menonaktifkan network service
   Jika anda mengupdate file-file diatas, jangan lupa untuk menambahkan perintah
$ /etc/rc.d/init.d/network start|restart|stop
Atau
$ service network start|restart|stop
Konfigurasi alamat IP
·         Untuk mengecek konfigurasi sekarang :
$ ifconfig
Akan menghasilkan output sebagai berikut : 
eth0                 Link encap:Ethernet  HWaddr 00:00:E2:A2:C0:35  
                         inet addr:10.252.105.249  Bcast:10.252.105.255  Mask:255.255.255.0
                         UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
                        RX packets:42 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
                        TX packets:18 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
                        collisions:0 txqueuelen:100 
                        RX bytes:5650 (5.5 Kb)  TX bytes:1868 (1.8 Kb)
                         Interrupt:11 Base address:0xc000 Memory:ec000000-ec000038 
lo                     Link encap:Local Loopback  
                        inet addr:127.0.0.1  Mask:255.0.0.0
                        UP LOOPBACK RUNNING  MTU:16436  Metric:1
                        RX packets:545 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
                        TX packets:545 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
                        collisions:0 txqueuelen:0 
                         RX bytes:36710 (35.8 Kb)  TX bytes:36710 (35.8 Kb)
·         Untuk mengeset konfigurasi jaringan sekarang :
$ ifconfig eth0 <no ip anda> broadcast <no ip broadcast>   
            netmask <netmask_jaringan> up 
Perhatikan  bahwa dengan menggunakan perintah ini, anda hanya dapat mensetting
konfigurasi jaringan sekarang saja, bila anda melakukan booting, maka, konfigurasi
jaringan berubah sesuai dengan konfigurasi awal. Konfigurasi jaringan yang digunakan saat booting disimpan di /etc/sysconfig/network.

·         Untuk mengaktifkan interface jaringan :
$ ifup eth0
·         Untuk meng-nonaktifkan interface jaringan :
$ ifdown eth0

IP Aliasing
Pada Red Hat, satu kartu jaringan bisa memiliki lebih dari satu interface. Misalkan, satu
kartu jaringan memiliki eth0,eth0:1,eth0:2, dst. Kemampuan ini dimungkinkan dengan
menggunakan fasilitas ip alias.
$ ifconfig eth0:1 <no ip anda> broadcast <no ip broadcast>  
                        netmask <netmask_jaringan> up 
Dapat dilihat disini bahwa interface jaringan yang digunakan adalah eth0:1, yang
merupakan alias dari eth0. Lihatlah contoh berikut :
$ ifconfig eth0 192.168.10.12 netmask 255.255.255.0 broadcast  192.168.10.255
$ ifconfig eth0:1 192.168.10.14 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.10.255
Ketika dilakukan pengecekan interface dengan perintah ifconfig diperoleh hasil :
eth0                 Link encap:Ethernet  HWaddr 00:10:4C:25:7A:3F 
                        inet addr:192.168.10.12  Bcast:192.168.10.255  Mask:255.255.255.0
                        UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
                        Interrupt:5 Base address:0xe400 
eth0                 1  Link encap:Ethernet  HWaddr 00:10:4C:25:7A:3F  
                        inet addr:192.168.10.14  Bcast:192.168.10.255  Mask:255.255.255.0
                        UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
                        Interrupt:5 Base address:0xe400
Guna dari IP aliasing ini adalah untuk membuat virtual router apabila anda hanya memiliki
satu kartu jaringan, sementara anda ingin menghubungkan berbagai subjaringan yang
berbeda.
Route
Ada dua macam route pada linux :
·         Default route
 Default route ini disimpan pada file /etc/sysconfig/network, pada baris 
GATEWAY = xxx.xxx.xxx.xxx
Dan pada file /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-xxx
Untuk menambahkan route ke default gateway dari computer client, kita dapat menggunakan perintah :
$ route add –net default gw <no ip gateway>
Kita dapat juga menggunakan perintah
$ route add –net <network address> netmask <netmask> gw  <no_ip_gw>  <eth_card> 
Bila kita hendak menambahkan route ke server dengan no ip tertentu, kita dapat gunakan
$ route add –host <no ip host> netmask <netmask> <eth card>
Bila ingin menghapus route, tinggal ganti opsi add dengan del, contoh :
$ route del –net default gw <no ip gateway>
·         Static Route
Static route menggunakan routing tabel untuk menentukan kemana paket hendak
dikirim. Fasilitas ini biasa digunakan pada router yang digunakan untuk
menghubungkan beberapa jaringan. Pertama paket diperiksa apakah tujuannya local
atau remote. Jika remote, maka routing tabel diperiksa untuk menentukan kemana
paket dikirim. Jika pada routing tabel tidak ada, maka paket akan dikirim ke default
gateway. Static route dapat diset dengan menggunakan perintah route pada terminal
atau menggunakan konfigurasi file:         
/etc/sysconfig/network-scripts/route-eth0 Atau konfigurasi file:
                       /etc/sysconfig/networking/devices/eth0.route
Untuk melakukan melihat tabel routing, dapat digunakan perintah :
$ route –n


Hostname dan hosts 
Jika anda ingin mengecek nama komputer anda, gunakan perintah 
$ hostnam
Ketika anda ingin menambahkan host dari computer lain, tinggal meletakkan nomor IP
host dan nama hostnya pada script /etc/hosts. Dengan menambah host pada script
tersebut anda bisa melakukan ping cukup dengan menggunakan nama host computer
tujuan.
Contoh : 
127.0.0.1  localhost.localdomain  localhost 
192.168.70.112 fedora.localdomain     fedora
192.168.70.113 ubuntu.localdomain     ubuntu
Ketika anda ingin mengubah hostname computer anda dari localhost menjadi
serverku, pada domain lab_linux, tambahkan : 
127.0.0.2 serverku.lab_linux  serverku
192.168.70.112  fedora.localdomain  fedora
Selain mengubah file diatas, anda juga harus mengubah hostname computer anda pada file 
/etc/sysconfig/networking  Kemudian restartlah computer anda.

Konfigurasi jaringan dengan netconfig
Netconfig adalah tools berbasis text untuk mengkonfigurasi interface jaringan, baik untuk
konfigurasi statis, dengan cara memasukkan nomor IP, DNS server, gateway ataupun
dinamis, dengan DHCP. 
Jika anda ingin mengeset interface jaringan pada eth0, cukup ketik :
 $ netconfig
Jika anda ingin mengeset interface jaringan pada ethX, cukup ketik
$ netconfig --device <ethX>
Setelah itu gantilah parameter-parameter interface jaringan sesuai dengan kebutuhan anda.

Konfigurasi dengan redhat-config-network
redhat-config-network adalah utilitas untuk  mengeset jaringan berbasis grafis. Langkahlangkahnya 
• Klik New pada tab devices., pilih devais type yaitu ethernet connection. Klik forward. 
• Pilih Ethernet card yang dipakai. Klik forward. 
• Isilah opsi-opsi yang ada. Masukkan konfigurasi yang anda inginkan. Klik forward  dan apply

Gambar 2 Konfigurasi secara grafis

DIAGNOSTIK JARINGAN
Ada beberapa perintah yang dapat digunakan untuk mengecek jaringan anda.
a. Ping
Ping digunakan untuk mengecek konektivitas antar komputer atau perangkat jaringan yang
berada pada satu subnetwork dengan mengirim paket ICMP. Bila komputer yang dituju
menerima paket ICMP, komputer tersebut akan menjawab. Formatnya adalah sebagai
berikut :
$ ping <no ip computer lain>
$ ping <nama_computer_lain/domain_dari_komputer_lain>
Contoh :
Akan menghasilkan :
Pinging www.l.google.com [64.233.183.103] with 32 bytes of data:
Reply from 64.233.183.103: bytes=32 time=25ms TTL=245
Reply from 64.233.183.103: bytes=32 time=22ms TTL=245
Reply from 64.233.183.103: bytes=32 time=25ms TTL=246
Reply from 64.233.183.103: bytes=32 time=22ms TTL=246
Ping statistics for 64.233.183.103:
                        Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
 Minimum = 22ms, Maximum = 25ms, Average = 23ms

Gunakan Ctr-C untuk menghentikan operasi ini. Ketika ping dihentikan akan muncul
statistik seperti jumlah paket rata-rata yang hilang, jumlah paket yang dikirim/diterma, dsb.

Traceroute
Traceroute biasa digunakan untuk mendeteksi router-router yang dilewati paket-paket
jaringan.Tools ini penting untuk mendeteksi pada router mana jaringan mengalami
permasalahan. Traceroute menggunakan paket UDP, bukan ICMP. 
$ traceroute <no ip computer lain>
$ traceroute <nama_computer_lain/domain_dari_komputer_lain>
Misalkan anda ingin melakukan traceroute ke library.airnews.net Akan menghasilkan :
traceroute to library.airnews.net (206.66.12.202), 30 hops max, 40 byte packets
 1  rbrt3 (208.225.64.50)  4.867 ms  4.893 ms  3.449 ms
 2  519.Hssi2-0-0.GW1.EWR1.ALTER.NET (157.130.0.17)  6.918 ms  8.721 ms  16.476 ms
 3  113.ATM3-0.XR2.EWR1.ALTER.NET (146.188.176.38)  6.323 ms  6.123 ms  7.011 ms
 4  192.ATM2-0.TR2.EWR1.ALTER.NET (146.188.176.82)  6.955 ms  15.400 ms  6.684 ms
 5  105.ATM6-0.TR2.DFW4.ALTER.NET (146.188.136.245)  49.105 ms  49.921 ms  47.371 ms
 6  298.ATM7-0.XR2.DFW4.ALTER.NET (146.188.240.77)  48.162 ms  48.052 ms  47.565 ms
 7  194.ATM9-0-0.GW1.DFW1.ALTER.NET (146.188.240.45)  47.886 ms  47.380 ms  50.690 ms
 8  iadfw3-gw.customer.ALTER.NET (137.39.138.74)  69.827 ms  68.112 ms  66.859 ms
 9  library.airnews.net (206.66.12.202)  174.853 ms  163.945 ms  147.501 ms

Netstat
Netstat digunakan untuk menunjukkan koneksi, tabel routing, statistik dan sebagainya :
Untuk menunjukkan statistik jaringan, gunakan :
$ netstat –s
Untuk menunjukkan semua proses yang saling berhubungan pada port 834, gunakan 
$ netstat –nap | grep 834
Untuk menunjukkan informasi pada network interface
$ netstat –in
Untuk menunjukkan isi dari IP routing tabel :
$ netstat –rn
Untuk melihat statistik koneksi jaringan yg aktif (port TCP dan UDP)
$ netstat –an

Tcpdump
tcpdump digunakan untuk menangkap dan mendisplay packet header dari paket yang
ditangkap. Tcpdump dapat dipakai untuk mengidentifikasi masalah jaringan dan
memonitor aktivitas jaringan. Untuk opsi-opsinya silakan melihat man tcp
$ tcpdump –n host <no_ip_host_yg_ingin_ditangkap>

ARP (Address Resolution Protocol)
ARP bertugas mengubah alamat MAC menjadi alamat IP. Untuk opsi-opsinya silakan
melihat man arp. Dengan opsi-opsi ini anda dapat menghapus, menambahkan entry
ARP secara manual.
$ arp –a
mii-tool
Dengan opsi ini, anda bisa melihat, memonitor, mengubah kecepatan maupun setting
duplex dari ehernet card yang dipakai. Tentunya opsi ini tergantung apakah ethernet card
mendukung fungsi ini. 
$ mii-too

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by ELKOM UNESA Themes | Bloggerized by ELKOM UNESA - Premium Blogger Themes | Dibangun untuk kepentingan bersama