PEMODULASIAN

Posted by: Angga Dwi S (085514059) / S1 ELKOM A 2008
PEMODULASIAN

Dalam transmisi data melalui media transmisi, dapat dibedakan 2 jenis teknik modulasi, yakni :

1.      Teknik modulasi yang digunakan untuk merepresentasikan  data digital pada saat transmisi melalui media analog.   Misal : Pengiriman data melalui tansmisi gelombang radio.
2.      Teknik modulasi untuk merepresentasikan data analog yang akan ditransmisikan melalui media digital. Contoh : Komunikasi suara (telepon) melalui jaringan komputer (misal VoIP).
Kedua jenis teknik modulasi tersebut dibutuhkan pada sa’at data akan dikirim melalui salahsatu
media : media analog atau media digital (lihat Table dibawah).

Tabel Kebutuhan teknik modulasi















Gambar  pemakaian Modem



1.      Teknik Modulasi untuk Transmisi Data Digital Melalui Media Analog
Teknik modulasi dasar yang diterapkan pada transmisi data digital melalui media analog adalah :

a.       Amplitude Shift Keying (ASK)
Pada ASK, representasi data digital (bit 0  dan bit 1) dibedakan atas besarnya simpangan
gelombang (amplitudo), yang digunakan pada gelombang AM (Amplitudo Modulatioan).

Misal :      








Pemodulasian Amplitude untuk menghantar bit-bit: 0 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0
Permudulasian ini dikenali juga dengan ASK (Amplitudo Shift Keying), yaitu suatu
teknik yang  mewakilkan bit 0 dan 1 dengan perbedaan Amplitudo. Contohnya amplitudo tinggi membawa bit 1 dan amplitudo rendah membawa bit 0, tetapi gangguan pada kabel telepon sangat sensitif pada amplitude, sehingga teknik ini mudah mendapat gangguan dalam komunikasi data.
b.      Frequency Shift Keying (FSK)
Representasi bit 0 dan bit 1 dibedakan atas tingkat frekuensinya, yang digunakan pada

gelombang FM (Frekwensi Modulation).
Misal :






Pemodulasian Frekuensi untuk menghantar bit-bit: 0 1 1 0 0 0 1
Permodulasian ini dikenali juga dengan FSK (Frequency Shift Keying), yaitu suatu
teknik yang  mewakilkan bit 0 dan 1 dengan perbedaan frekuensi. Contohnya dalam MODEM yang menggunakan seri Bell 103/113, dimana bit 1 menggunakan frekuensi 1270 Hz dan bit 0 menggunakan frekuensi 1070 Hz. Amplitudo pada frekuensi berbeda tidak terjadi perubahan, sehingga teknik ini tidak mudah menerima gangguan.

c.       Phase Shift Keying (PSK)
Pada PSK pergeseran sudut fasa digunakan untuk membedakan nilai bit 0 dan bit 1, yang
digunakan pada gelombang PM (Phase Modulation).
Misal : 2-PSK yang membedakan bit 0 dan bit 1 dengan pergeseran sudut
            fasa sebesar 180 atau sebesar π.



Teknik ini menghantar bit 0 dan bit 1 dengan perubahan pada fase atau sudut pada
gelombang sinus. Teknik pemodulasian ini terdiri atas 2 yaitu PSK (Phase Shift Keying) dan DPSK (Differential Phase Shift Keying). 
1)      Phase Shift Keying (PSK)
Pada teknik PSK, jika gelombang sinus bertukar maka bit yang dihantar juga berubah. Contohnya jika bit permulaan adalah bit 0, dan gelombang sinus seterusnya adalah normal (tidak ada perubahan fase) maka bit seterusnya adalah 0, selagi tidak ada perubahan fasa bit 0 akan terus dihantar. Jika bit 1 yang hendak dihantar, maka perubahan pada fase atau derjad pertukaran dilakukan sebanyak 180 derjad. Jika bit 0 hendak dihantar lagi, perubahan fase dilakukan lagi
seperti semula.









2)      Differential Phase Shift Keying (DPSK)
Pada teknik DPSK, jika tidak ada perubahan fasa pada gelombang sinus maka bit 0 yang dihantar dan setiap kali bit 1 hendak dihantar dilakukan perubahan fase sebanyak 180 derjad. Dibandingkan dengan PSK, perubahan bit yang hendak dihantar tidak perlu ditukarkan fase gelombang sinusnya (hanya bit 1 saja yang perlu dirubah pada fase gelombang sinus).








         Dari ketiga teknik modulasi  tersebut dikembangkan teknik modulasi yang memungkinkan kecepatan modulasi yang lebih tinggi, antara lain :  QAM (Quadrature Amplitude Modulation) dan QPSK (Quadrature Phase Shift Keying).







Gambar. Phase yang digunakan pada QPSK







Gambar. Phase QAM
         Perangkat komunikasi data yang berfungsi melakukan modulasi sinyal analog untuk merepresentasikan data digital pada sa’at pengiriman data adalah Modulator, dan sebaliknya pada sa’at penerimaan yang berfungsi menginterpretasi sinyal analog yang diterima menjadi kumpulan bit-bit data (data digital) adalah  Demodulator. Sehingga perangkat tersebut disebut Modulator-Demodulator (disingkat Modem).

2.     
Teknik Modulasi Untuk Transmisi Data Analog Melalui Media Digital.
             Dalam hal pengiriman data analog melalui media digital, sinyal analog akan dikode dalam kumpulan bit (bit stream) dengan menggunakan salahsatu teknik modulasi berikut :

1.  PCM (Pulse Code Modulation)
2.  DM (Delta Modulation), yang juga disebut Asynchronous PCM.
 Berikut ini akan dijelaskan prinsip kerja dari masing-masing teknik modulasi tersebut.
a.       Pulse Code Modulation
Teknik modulasi PCM berfungsi mengkode  sinyal analog yang akan dikirim melalui media digital ke dalam bentuk kumpulan bit (bit stream). Tahapan pengkodean dijelaskan dalam diagram blok berikut (gambar 2.2).


Perangkat komunikasi data yang menangani fungsi pengkodean PCM di sisi pengirim disebut Coder dan di sisi penerimaan digunakan perangkat Decoder yang berfungsi mengkonversi kembali  kumpulan bit yang mengkode sinyal analog tersebut ke bentuk semula. Pasangan komponen tersebut disebut Coder-Decoder (disingkat Codec).

PCM seringkali digunakan untuk mengkode suara (voice), dalam bentuk
pembicaraan telepon (misalnya Voice over Internet atau VoIP) atau dalam bentuk
musik/lagu yang akan disimpan secara digital dalam CD-ROM

Khusus untuk pengkodean suara (voice) pada percakapan telepon melalui media
digital, digunakan 256 level sinyal dimana setiap level sinyal akan dikode menjadi 8 bit dan  sampling dilakukan 8000 kali per detik, sehingga dibutuhkan bandwidth sebesar 8 x 8000 bit per second =  64.000 bps (64 Kbps). Kapasitas tersebut dimiliki oleh Voice grade channel pada ISDN.

b.      Delta Modulation
 Pada Delta Modulation (DM),  sampling sinyal analog dilakukan dengan  pendekatan fungsi tangga (Staire case function), dimana ketelitian sampling  bergantung pada frekuensi sampling dan jumlah level sinyal yang ditetapkan.  Contoh cara kerja sampling diperlihatkan pada gambar 2.5.























Penerapan Delta Modulation lebih cocok pada pengkodean  sinyal analog dari rekaman
video, karena pengkodean dalam DM lebih  ditekankan pada kecenderungan perubahan
level sinyal analog yang direpresentasikan oleh deretan bit 1 (jika ada kecenderungan
menaik) atau deretan bit 0 (jika terjadi penurunan level sinyal).






Sumber buku
Na`am,Jufriadif. 2007.Komunikasi Data & Jaringan Komputer. FILKOM:Universitas Putra Indonesia
Posted by: Angga Dwi S (085514059) / S1 ELKOM A 2008

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by ELKOM UNESA Themes | Bloggerized by ELKOM UNESA - Premium Blogger Themes | Dibangun untuk kepentingan bersama