Short Message Service (SMS)


Short Message Service (SMS)
Nur syamsi S1 Elkom A 2008 (085514068)
SMS (Short Message Service) secara umum dapat diartikan sebagai sebuah service yang memungkinkan ditransmisikannya pesan text pendek dari dan ke mobile phone, fax, mesin, atau IP address. Disebut pesan text pendek karena pesan yang dikirimkan hanya berupa karakter text dan tidak lebih dari 160 karakter. Pentransmisian SMS menggunakan kanal signalling, bukan kanal suara, sehingga kita dapat saja menerima SMS walaupun kita sedang melakukan komunikasi suara.

Dalam perkembangannya, SMS menjadi salah satu service yang banyak diminatai dan digunakan oleh user, hal ini karena teknologi SMS memiliki beberapa keunggulan, antara lain :
  • Harganya murah.
  • Merupakan "deliver oriented service", artinya pesan akan selalu diusahakan utk dikirimkan ke tujuan. Jika suatu saat nomor tujuan sedang tidak aktif atau di luar coverage, maka pesan akan disimpan di SMSC server dan akan dikirimkan sesegera setelah nomor tujuan aktif kembali. Pesan juga akan tetap terkirim ke tujuan walaupun nomor tujuan sedang melakukan pembicaraan (sibuk).
  • Dapat dikirim ke banyak penerima sekaligus pada saat yg bersamaan.
  • Pesan dapat dikirmkan ke berbagai jenis tujuan, seperti e-mail, IP ataupun applikasi lain.
  • Kegunaannya banyak, dengan cara diintegrasikan dengan applikasi content, SMS dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan seperti kuis, voting, chatting, reservasi, request informasi, sensus/survey, dan lainnya tergantung dengan kegunaan dan fungsi aplikasi content yang terhubungan dengan SMSC

Perkembangan Teknologi Messaging
SMS adalah salah satu teknologi messaging (penyampaian pesan). SMS sendiri mulai dikenalkan pada era teknologi wireless generasi ke 2 (2G)., yaitu pada saat dimungkinkannya melakukan komunikasi data pada telekomunikasi wireless. Di Eropa, SMS mulai diperkenalkan pada tahun 1991, pada saat mulai digunakannya GSM yg merupakan teknologi 2G yang digunakan digunakan di negara-negara Eropa.

Tabel di bawah ini menunjukan perkembangan dari teknologi messaging (SMS/MMS) dari mulai era teknologi generasi pertama (1G) sampai ke teknologi 3G.
Gen
Freq
~ Kbps
Teknologi
Service
Catatan
1
800
MHz range
9.6
AMPS
- Circuit-switched wireless analog voice.
- Limited system capacity dan capability.
- No data.
TIDAK bisa SMS
2
800
900
1900
MHz range
9.6 to 14.4
TDMA
CDMA
GSM
- Circuit-switched wireless digital voice data
- Security lebih baik
- Kapasiatas lebih besar
- Support komunikasi data.
BISA SMS
2.5
1900
MHz range
56 to 144
GPRS

CDMA2000-1X

EDGE
- circuit-switched wireless digital voice
- diperkenalkannya packet-switched data services.
- Kecepatan & Kapasitas lebih baik.
Tahap migrasi ke 3G

BISA SMS, EMS, dan MMS
3 G
2 GHz
144 vehicle,
384 outside,
2 Mbps indoors
WCDMA

CDMA2000-MX

UMTS
- packet-switched wireless
- voice dan data
- encrypsi, high-speed multi-media
BISA SMS, EMS, MMS.
3G platforms : komunikasi multimedia kecepatan tinggi
Dalam perkembagannya, SMS kemudian dikembangkan menjadi EMS (Enhanced Message Service), dimana dengan EMS jumlah karakter yang bisa dikirimkan dalam 1 SMS menjadi lebih banyak dan dapat juga digunakan untuk mengirimkan pesan berupa non-karakter (dapat berupa gambar sederhana). Pada EMS, untuk pengiriman pesan yang lebih dari 160 karakter, maka pesan akan dipecah menjadi beberapa buah di mana masing-masingnya terdiri dari tidak lebih dari 160 karakter. Misalnya pesan yang dikirimkan terdiri dari 167 karakter, maka pesan ini akan dipecah menjadi 2 buah SMS (1 buah SMS dengan 160 karakter dan 1 SMS dengan 7 karakter). Kedua SMS ini akan dikirimkan sebagai 2 SMS terpisah dan di sisi penerima akan digabungkan menjadi satu SMS lagi.

Pada saat mulia digunakannya teknologi packet switch seperti GPRS, maka service pengiriman pesanpun berkembang, tidak hanya sebatas text saja, tapi juga bisa dalam bentuk gambar dan suara (multimedia), service ini dikenal dengan nama MMS (Multimedia Message Service). Dengan MMS user dapat mengirimkan pesan lebih hidup karena dapat berupa gambar (statik dan bergerak), suara, ataupun gabungan keduanya.


Arsitektur Jaringan SMS

Gambar di bawah ini menunujukan salah satu contoh arsitektur jaringan GSM dengan SMS center (SMSC) di dalamnya.
Gambar 1. Arsitektur Jaringan GSM dengan tambahan SMS Center

Dengan SMS, kita dapat mentransmisikan pesan singkat dari dan ke Mobile Subscriber (MS). Pengiriman pesan singkat ini (SMS) dimungkinkan dengan adanya sebuah SMSC (Short Message Service Center). Secara umum SMSC berfungsi menerima SMS yang dikirim, menyimpannya untuk sementara, dan memforward (mengirimkan) SMS tersebut ke mobile subscriber (MS) ataupun ESME tujuan.

External Short Message Entities (ESME) adalah device selain MS yang dapat berfungsi untuk menerima atau mengirim SMS. Pada umumnya ESME dipakai untuk menciptakan layanan yang lebih beragam kepada pelanggan ataupun untuk meningkatkan performance jaringan telekomunikasi dari operator telekomunikasi wireless yang bersangkutan. ESME dapat berupa antara lain :
  • VMS (Voice Mail Service). VMS berfungsi untuk menerima, menyimpan dan memainkan/memperdengarkan voice mail (pesan suara) yang ditujukan kepada subscriber. Pesan suara ini direkam ketika ada orang yang hendak menghubungi subscriber tertentu, tapi subscriber tersebut alam keadaan tidak aktif, sibuk, ataupun di luar coverage, sehingga si pemanggil tidak dapat tersambung dengannya. Pada saat ini, pemanggil dapat meninggalkan pesan berupa suara dan akan disimpan di VMS. Pada suatu saat nanti, apabila subscriber yang akan dipanggil tadi sudah aktif kembali atau sudah idle, dia akan menerima notifiksi bahwa ada pesan suara untuknya, dan dia dapat mendengarkan pesan suara tersebut dengan merequest VMS untuk memperdengarkannya di handsetnya.
  • Web. Dengan teknologi internet yang berkembang pesat, MS dapat mengirimkan SMS dan langsung ditampilkan dalam suatu halamanan web.
  • E-Mail. MS dapat juga mengirimkan SMS ke suatu alamat e-mail dan akan diterima sebagai sebuah e-mail.
  • Aplikasi content lainnya. Dengan perkembangan teknologi IT, terutama dibidang software, maka SMS dapat digunakana untuk berbagai macam tujuan, seperti : voting, reservasi tiket, registrasi anggota suatu komunitas, games/kuis, survey, bahkan memungkinkan juga untuk digunakan sebagai sarana PEMILU (Pemilihan Umum). Semua itu dimungkinkan karena adanya aplikasi-aplikasi content yang mendukung.
Bila sebuah SMS dikirimkan dari MS A ke MS B, maka SMS itu akan diteruskan oleh BSS ke MSC dan kemudian ke SMSC. SMSC berfungsi mengirimkan SMS tersebut ke MS B. Untuk keperluan ini, SMSC harus tahu bagaimana status subscriber (aktif/tidak aktif), dimana lokasi MS B berada. Informasi-informasi mengenai MS B ini didapat dari HLR.

Jika misalnya MS B dalam keadaan aktif, maka SMSC akan mengirimkan SMS ke MS B melalui MSC A, MSC B dan kemudian MS B. Bila misalnya MS B dan MS A adalah MS dari 2 operator yang berbeda, maka pada saat pengirman SMS dari A ke B, maka SMS tersebut hanya akan melalui SMSC A, tidak singgah lagi di SMSC B.

Jika misalnya, MS B dalam keadaan tidak aktif, maka SMS tidak akan diforward dan diteruskan ke MSB, tapi akan disimpan untuk sementara di SMSC. Pada kondisi ini, SMSC A akan selalu berkomunikasi dengan HLR untuk mengetahui kondisi MS B. Bila suatu saat SMSC mendapatkan informasi dari HLR bahwa MS B aktif kembali, maka SMS akan diteruskan ke MSC A, MSCB, dan MS B.

Gambar di bawah ini menunujukan alur skenario pengiriman SMS MO dari MS ke ESME (SMS Originating).
Gambar 2. Skenario SMS MO (Mobile Originating)
  1. MS diaktifkan dan ter-register ke networknya.
  2. MS mengirimkan SMS ke MSC.
  3. MSC berkomunikasi dengan VLR untuk memverifikasi bahwa message yang dikirimkan sesuai dengan supplementary service yang ada dan tidak MS tidak sedang dalam keaddan diblok untuk mengirimkan SMS.
  4. MSC mengirimkan SMS ke SMSC dengan menggunakan operasi forwardShortMessage.
  5. SMSC meneruskan SMS ke SME. Secara optional, SMSC dapat juga menerima acknowledgment bahwa SMS telah diterima SME.
  6. SMSC membertitahukan MSC bahwa SMS telah dikirim ke SME.

Dan gambar di bawah ini menunjukan alur skenario SMS yang diterima MS dari ESME (SMS Terminating).
Gambar 3. Skenario SMS MT (Mobile Terminating)
  1. ESME mengirimkan SMS ke SMSC.
  2. Setelah menerima SMS, SMSC akan berkomunikasi dengan HLR mengetahui status dan lokasi MS.
  3. SMSC meneruskan SMS ke MSC.
  4. MSC akan menghubungi VLR untuk mengetahui informasi dari MS. Dalam tahap ini termasuk juga proses authentikasi MS.
  5. Jika MS dalam keadaan aktif dan tidak diblock, MSC mentransfer SMS ke MS.
  6. MSC akan mengirimkan informasi delivery message ke SMSC.
  7. Jika diminta oleh ESME, SMSC akan mengirimkan status report ke ESME
Sumber : http://riswan97.blogspot.com/

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by ELKOM UNESA Themes | Bloggerized by ELKOM UNESA - Premium Blogger Themes | Dibangun untuk kepentingan bersama