Sistem GSM

SUDARMAWANTO (085514049)
Sistem  GSM
Dalam sistem GSM, ponsel pengguna berkomunikasi dengan telepon lainya melalui subsistem yang disebut BSS (Base Station Subsystem). BSS ini  merupakan pengatur jalur transmisi radio antara ponsel dengan  sentral telepon GSM yang disebut MSC (Mobile Station Center). BSS mencakup BTS (Base Transceiver Station) dan BSC (Base Station Controler). BSC merupakan pembantu MSC yang menangani ponsel yang akan berpindah kanal  dari BTS satu ke BTS lainnya ketika ponsel tersebut bergerak keluar dari batas jangkauan sel BTS satu ke batas jangkauan sel milik BTS lainnya, yakni pindah sel atau pindah kanal frekuensi. Istilahnya disebut “hand-over” (pindah penanganan). Dengan demikian BSC ini mengendalikan beberapa BTS. Ada  BTS yang memiliki lokasi fisik yang sama dengan BSC, ada pula BTS yang terpisah jauh dengan BSC-nya. Perlu diketahui bahwa sistem  seluler sebelum GSM tercipta, seperti pada AMPS misalnya,  pindah kanal (pindah sel atau pindah BTS) yang istilahnya disebut “hand-off” langsung ditangani oleh MSC (sentral telepon), sehingga MSC memiliki pekerjaan terlalu berat. Dari penjelasan ini diagram blok system GSM dapat diilustrasikan seperti Gambar dibawah ini.
Apabila subsistem BSS menangani komunikasi jalur radio (komunikasi melalui udaraa0 antara ponsel dengan sentral teleponnya yang disebut dengan MSC, maka hubungan selanjutnya antara MSC dengan sentral telepon kabel (misalnya PT TELKOM) atau pun MSC  lainnya, baik MSC milik perator yang sama atau milik operator lainnya (misalnya dari MSC milik PT INDOSAT  ke MSC milik PT TELKOMSEL atau PT EXELCOMINDO, ditangani oleh subsitem yang disebut dengan  Network Switching Subsystem (NSS).
Selain menangani penyakelaran percakapan antara sistemGSM dan  jaringan luar  lainnya, NSS juga menangani BSC dalam subsistem radio,  dalam hal tanggung jawabnya untuk meng-atur dan menyediakan akses keluarbagi beberapa basis datapelanggan. Jelasnya, MSC merupakan bagian inti  di dalam NSS, yang mengendalikan lalulintas komunikasi di antara semua BSC. Ada tiga basis data yangyang dimiliki NSS, yakni HomeLocation Register  (HLR), Visitor Location Register  (VLR), danAuthentication Center (AUC). 
HLR merupakan basis data di MSC yang menyimpan informasi pelanggan dan informasi  setiap pengguna yang berlokasi dan terdaftar dalam sistem GSM di kota tempat MSC tersebut berada.  Setiap pelanggan sistem GSM memang memiliki sauatu identitas yang disebut International Mobile Subscriber Identity atau disingkat dengan IMSI. Identitas berbentuk angka-angka ini digunakan untuk mengidentifikasi tempat atau lokasi pengguna terdaftar  di suatu  MSC, misalnya Yogya-karta, Jakarta, Semarang atau kota lainnya.
Sementara itu, basis data lainnya yang bernama VLR merupakan basis data yang  berfungsi menyimpan informasi pelanggan yang sifatnya sementara, dan IMSI  setiap pelanggan yang menjelajah dan mengunjungi wilayah sebuah MSC, yang bukan MSC tempat ia didaftar pertama kalinya oleh operator. Contoh pelanggan yang tedaftar di MSC di Jakarta sebagai lokasi rumahnya (home location) ketika bepergian ke Yogyakarta, maka MSC di Yogyakarta akan ber-posisi sebagai MSC yang di-kunjungi, atau dengan kata lain, pelanggan tersebut merupakan pendatang bagi MSC di Yogyakarta.
VLR ini dihubungkan dengan beberapa MSC dalam cakupanwilayah geografi layanan yangdimiliki oleh operator GSM yangbersangkutan. Ketika  seorang pelanggan yang menjelajah ataubepergian ini  tercatat di MSC yang dikunjunginya,  maka MSC tersebut akan mengirim  informasi yang diperlukan  ke HLR pelanggan yang sedang mengunjunginya. Dampaknya adalah setiap percakapan ke  ponsel yang sedang menjelajah dapatdirutekan secara tepat melalui PSTN, oleh HLR pesawat tersebut, sehingga perhitungan tarif  teleponnya dapat disesuaikan. Semakin jauh meninggalkan rumahnya, semakin tinggi tarif percakapannya, kecuali operator memprogram lain.
Basis data yang ketiga dinamai “AuC”, yakni basis data yang benar-benar dilindungi oleh operator, karena ia dipakai untuk menangani otentikasi (identitas) dan kunci-kunci enkripsi (pengacakan bit-bit komunikasi untuk menghindari penyadapan telepon) bagi setiap pelanggannya, baik di HLR maupun VLR. AUC memiliki berisi sebuah register yang disebut Equipment Identity Register (EIR) yang mengidentifikasi telepon-telepon genggam yang telah dicuri orang (berdasar laporan pelangan ke operator teleponnya), maupun  diubah dengan tidak sah, yang mengirimkan data identitas yang tidak sesuai dengan informasi yang telah disimpan  dalam HLR maupun VLR. Dengan cara ini, maka permintaan komunikasi oleh sebuah ponsel dapat saja dilayani atau tidak dilayani oleh operator karena masuk dalam daftar hitam di sistemnya.
Subsistem GSM yang ketiga disebut: Operation Support Subsystem (OSS), sesuai dengannamanya, yakni system operasipendukung layanan. Setiap OSS menangani satu atau beberapa pemeliharaan operasi atau Operation Maintenance Center (OMC) yang digunakan untuk memantau dan memeliharakinerja setiap ponsel (MS), BS, BSC dan MSC .  fungsi OMC ini di antaranya adalah untuk : 
Ø  Menangani kerja /memelihara perangkat keras telekomunikasi dan operasi jaringan;
Ø  Mengatur semua prosedur penghitungan biaya telekomunikasi (billing system);
Ø  Mengatur semua ponsel yang berada dalam sistem.

Dalam setiap sistem GSM, OMC-lah memiliki kewenangan untuk mengatur berbagai parameter  BTS dan prosedur penghitungan biaya percakapannya, juga memberikan kemampuan kepada operatornya untuk menentukan kinerja dan kemampuan setiap ponsel milik para pelanggan atau penggunanya.


Rujukan : “BSE” Teknik Telekomunikasi JILID 2 (Pramudi Utomo)

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by ELKOM UNESA Themes | Bloggerized by ELKOM UNESA - Premium Blogger Themes | Dibangun untuk kepentingan bersama