Interface Penghantar Data

Interface (antarmuka) adalah tempat suatu piranti dihubungkan dengan piranti yang lain 
(contohnya port paralel untuk menghubungkan komputer dengan printer). 

Spesifikasi-spesifikasi interface harus memiliki : 
i.   Mekanik, yaitu bentuk fisik dari port, jumlah pin dan lain-lain.  
ii.   Tegangan Listrik, yaitu karateristik dari tegangan listrik yang diperlukan untuk 
pengenal data. 
iii.  Fungsi, yaitu signal-signal yang diguna atau fungsi pin-pin yang ada. Fungsi-fungsi 
tersebut dapat dikategorikan terhadap 4 yaitu :  
•  data 
•  pengontrol 
•  penguat  
•  penetral (ground).  
iv.  Prosedur, yaitu prosedur atau langkah-langkah penggunaan signal untuk komunikasi 
data yang berlaku. 


3.2 Organisasi Pembuat Aturan Interface

Terdapat banyak cara untuk menghubungkan satu piranti dengan piranti yang lain, 
sehingga akan timbul masalah jika tidak ada aturan dari interface tersebut. Produsen piranti atau 
vendor perlulah mengikuti spesifikasi dari aturan interface tersebut yang diterima oleh umum 
sehingga setiap peranti yang dikeluarkan dapat disambungkan dengan peranti lain. Biasanya satu 
aturan dibuat oleh suatu organisasi yang diakui oleh sebahagian besar dari vendor dari industri 
yang berkaitan.  
Badan atau organisasi yang mengeluarkan perbagai aturan yang berkaitan dengan 
komunikasi data, antara lain : 
•  ANSI (American National Standards Institute),  
•  IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers),  
•  EIA (Electronic Industries Association),  
•  ISO (International Standards Organization),  

•  CCITT (Consultative Committee on International Telephone and Telegraph),  
•  ECSA (Exchange Carriers Standards Association),  
•  NIST (National Institute of Standards and Technology),  
•  FIPS (Federal Information Processing Standards),  
•  NBS (National Bureau of Standards).  

Aturan tersebut dapat dekelompokan terhadap dua kategori yaitu : 
• De jure yaitu aturan yang dikeluarkan oleh badan ata organisasi yang resmi  
•  De facto yaitu aturan yang dikeluarkan  oleh badan yang tidak rasmi (biasanya yang 
dikeluarkan oleh pembuat alat-alat penunjang sistem kompuetr atau badan yang merakit 
komputer) dan aturan ini telah diikuti oleh badan-badan yang tidak rasmi lainnya. 

Fungsi interface terdiri atas 3, yaitu : 
i.   Penghubung dengan piranti-piranti perkomputeran biasa seperti mouse, keyboard dan 
sebagainya.  
ii.   Penghubung dengan piranti-piranti komunikasi seperti MODEM, Multiplexer dan 
concentrator.  
iii.  Penghubungan dengan komputer atau terminal yang lain. 

Nama pengenal Interface yang terpasang pada piranti komunikasi terdiri atas 2, yaitu : 
•  DTE (Data Terminal Equipment), apabila interface terpasang pada sistem komputer atau 
terminal. 
•  DCE (Data Circuit-terminating Equipment), apabila interface terpasang pada piranti 
komunikasi seperti modem, multiplexer, dll. 

3.3 Jenis-jenis Interface yang Umum Digunakan dalam Komunikasi Data. 

a. Interface EIA RS-232 

Interface ini mempunyai aturan dalam pemakaian tegangan listrik (volt) untuk mewakili 
bit 0 dan 1, fungsi-fungsi pin dan bentuk penyambungan. Aturan ini hampir sama yang 
dikeluarkan oleh CCITT dengan nama V.24 (untuk pengenal signal-signal data) dan V.28 untuk 
pengnal aras listrik (volt). Interface ini dipopulerkan pada Januari 1987 dengan nama EIA-232-
D, dan digunakan untuk menyambungkan komputer/terminal dengan modem. 
  
Aturan Tegangan Listrik yang dibawa oleh RS-232, adalah sebagai berikut : 
•  Tegangan listrik (Volt) antara -15 sampai -3 untuk mewakili bit 1 yang dipanggil dengan 
'mark'. 
•  Tegangan listrik (volt) antara +3 hingga +15 untuk mewakili bit 0 yang dipanggil dengan 
'space'.  
•  Tegangan listrik selain dari diatas tidak dikenal sebagai data.  

Contohnya jika karakter A (1000001) yang hendak dihantar secara asynronous, jajaran bit yang 
akan dihantar adalah: 
Stop 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 Start 

maka komputer akan mengeluarkan signal gelombang seperti di bawah ini: 

Stop -15V /15V /-15V /15V /15V /15V /15V /15V /-15V /15V Start 

Interface jenis ini umum dikenal dengan nama RS-232 (Recommanded Standard) atau DB-25 
(Data Bus) Connector, yaitu Interface yang terdiri atas 25 pin, dengan bentuk fisik sbb:



Referensi:
Na'am jufriadif,2006.Komunikasi Data Dan Jaringan Komputer.FILKOM. YPTK

E-mail: aktifpdg@indosat.net.id
              adif@yptk.ac.id

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by ELKOM UNESA Themes | Bloggerized by ELKOM UNESA - Premium Blogger Themes | Dibangun untuk kepentingan bersama