Konsep Dasar Komunikasi Data Jaringan Komputer

Konsep Dasar Komunikasi Data Jaringan Komputer
 

Oleh : Hidayat Setiawan
Nim : 085514077
 

2.1 Komputer Host dan Terminal

•  Komputer host adalah tempat proses dilakukan (penyediaan, penyimpanan dan pengambilan
data atau 3'S [Sumber, Simpan, Sebar]) yang dapat berupa CPU (Central Processing Unit). 
•  Jenis komputer host terdapat pada  supercomputer, kerangka utama (mainframes), komputer
mini dan komputer mikro. 
•  Supercomputer berfungsi untuk pemprosesan atau penyajian data yang sangat cepat. 
•  Kerangka utama (mainframe) berfungsi untuk melayan pengolahan data bagi satu organisasi
yang besar, banyak cabang atau memproses data-data dari seluruh negara. 
•  Komputer mini untuk melayan pengolahan data pada tingkat cabang dalam satu organisasi
yang besar dan komputer mikro hanya melayani seorang pemakai saja.
•  Pada Mini Komputer dan Makro Komputer (Mainframe) yang menjadi Host adalah CPUnya, dan monitor dengan keyboard menjadi Terminal.
•  Biasanya data ditampilkan pada komputer pada jarak jauh atau dekat yang disebut dengan
terminal. Fungsi dasarnya adalah untuk berhubungan dengan komputer host. 
•  Terminal juga dikenali dengan beberapa istilah, seperti: CRT - Cathode Ray Tube, VDT -
Video Display Terminal atau display station.Terminal dibagi atas 3 jenis, yaitu :
1- Terminal dungu (dumb), yaitu terminal  yang berfungsi hanya berupaya menghantar setiap karakter yang dikirimkan ke host dan menampilkan apa saja yang dikirim oleh host.
2- Terminal 'smart' , yaitu terminal yang berfungsi menghantarkan informasi tambahan
selain apa yang dikirim oleh pemakai  seperti kode tertentu untuk menghindari
kesalahan data yang terjadi.
3- Terminal pintar (intelligent), yaitu terminal yang dapat diprogramkan untuk membuat
fungsi-fungsi tambahan seperti kontrol  terhadap penyimpanan ke storage dan
menampilkan lay-out data dari host dengan lebih bagus.

•  Pada jaringan komputer Mikro yang menjadi Host adalah yang berfungsi sebagai Server dan
yang lainnya menjadi Terminal.

2-2 Kode-Kode Karakter 

Setiap karakter yang ditekan oleh pemakai akan diterjemahkan kedalam kumpulan jajaran
bit. Cara-cara untuk menterjemahkan karakter terdiri atas :

a. Kode Morse

Kode ini pertama kali digunakan dalam sistem telegraf yang digunakan oleh operator
telegraph. Karakter Morse menggunakan kombinasi beep pendek (dot) dan beep panjang (dash).
Karakter yang paling banyak digunakan, akan  menggunakan kombinasi dot atau/dan dash
terpendek. Perbedaan antar karakter dikenali dengan pause pendek yang dilakukan oleh operator
untuk menunjukkan karakter lain yang hendak dihantar. 
Contohnya jika huruf A diwakili oleh 'dot-dash' dan huruf E diwakili oleh 'dot' maka
penghantaran gabungan AE akan dihantar 'dot-dash-pause-dot'. Kode Morse tidak begitu cocok
digunakan dalam komunikasi data karena membutuhkan waktu yang lama untuk pause antara
karakter dan tidak banyak jenis kode yang ada didalamnya.

b. Kode Baudot

Dikenali juga sebagai kode telex, yang merupakan gabungan kode yang pertama sekali
digunakan dalam sistem komunikasi data. Kode ini mempunyai 5 bit, oleh sebab itu mempunyai
25
 atau 32 gabungan kode yang berbeda yang terdiri atas bit 0 dan bit 1. Kode ini tidak cukup
untuk mewakilkan 26 huruf, 10 digit dan perbagai 'punctuation marks' (simbol-simbol lain).
Untuk mengatasi masalah ini kode Boudot menggunakan kode tambahan yaitu tingkatan kode
(shift code), yang terdiri atas 'figure shift' dan 'letter shift'. Jika kita mengirim 'letter shift code' (
11011), maka kode yang kita hantar seterusnya  diterjemahkan sebagai alphabet. Dan jika kita
menghantar 'figure shift code', maka kode yang  seterusnya akan diterjemahkan sebagai angka
atau simbol-simbol lain.

 
c. Kode ASCII 

Singkatan dari American Standard Code for Information  Interchange, merupakan kode
yang digunakan secara umum pada saat ini.  ASCII merupakan kombinasi kode 7 bit, dan
mempunyai 27
 atau 128 kode gabungan yang berbeda yang terdiri dari bit 0 dan bit 1. Kode ini
digunakan dalam komputer mikro (PC).  Peranti yang menggunakan kode ini perlu
menterjemahkan 2 bit didepan sebagai parity. Bit parity berfungsi sebagai tanda kesalah dalam
pengriman data, yang terdiri atas parity genap (bit 1 apabila jumlah bit 1 dalam 7 deretan bit data 
berjumlah genap) dan parity ganjil (bit 1 apabila jumlah bit 1 dalam 7 deretan bit data  berjumlah
ganjil)




Referensi:
Na'am jufriadif,2006.Komunikasi Data Dan Jaringan Komputer.FILKOM. YPTK

E-mail: aktifpdg@indosat.net.id
              adif@yptk.ac.id

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by ELKOM UNESA Themes | Bloggerized by ELKOM UNESA - Premium Blogger Themes | Dibangun untuk kepentingan bersama