Jaringan Telekomunikasi Masa Depan (next generation network-NGN)

Angga Dwi Setyawan (085514059)

 

Jaringan Telekomunikasi Masa Depan

(next generation network-NGN)

 

 

Jaringan Telekomunikasi Masa Depan (NGN)

 

Sudut pandang utama konsep NGN adalah layanan, yang meliputi voice, data, multimedia dan Internet. Fenomena layanan menunjukkan bahwa walaupun volume trafik data telah melebihi trafik voice, akan tetapi layanan voice masih merupakan penyumbang pendapatan terbesar dalam bisnis telekomunikasi. Dua hal yang penting adalah semakin berkembangnya jaringan data dan tetap pentingnya layanan voice. Oleh karena itu pengembangan layanan voice pada jaringan data juga menjadi hal yang penting jugs. Pengembangan VoIP merupakan langkah penting dalam mewujudkan layanan voice pada jaringan data tersebut. Akan tetapi perlu diingat bahwa layanan ke depan tidak hanya voice, sehingga solusi VoIP masih merupakan solusi parsial. Diperlukan suatu sistem komunikasi yang dapat mewadahi seluruh layanan sehingga pemanfaatan jaringan, organisasi, dan pengoperasioannya menjadi lebih efisien. Softswitch merupakan konsep komunikasi masa depan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Disamping mampu memberikan layanan VoIP, data, dan multimedia, softswitch juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan migrasi bagi PSTN menuju jaringan data. Sebagai konsep yang baru, softswitch juga diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih balk bagi berbagai permasalahan yang timbul pads PSTN, baik  secara teknis maupun non teknis.

Beberapa hal yang harus dipenuhi oleh softswitch sebagai salah satu komponen NGN adalah:

1.      Mengakomodasi layanan PSTN.

2.      Fleksibel terhadap pengembangan layanan masa depan.

3.      Mengakomodasi integrasi layanan yang memungkinkan pemanfaatan jaringan secara lebih efisien.

4.      Memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan teknis dan non teknis yang terjadi pada jaringan pendahulunya, terutama PSTN.

 

 

Apakah Softswitch itu?

 

Secara harfiah, softswitch adalah switching berbasis software. Secara umum sistem softswitch merupakan suatu sistem komunikasi yang menggunakan elemen jaringan berupa software sebagaipusat mengendalian panggilannya. Elemen jaringan ini disebut Softswitch, atau sering disamakan dengan Call Agent, Call Server, atau Media Gateway Controller. Softswitch merupakan konsep komunikasi masa depan yang dikembangkan dari pendekatan

PSTN, VoIP dan jaringan data. Sistem komunikasi ini dirancang untuk dapat memberikan layanan VoIP, data dan multimedia, disamping dirancang juga untuk melakukan penetrasi

Terhadap PSTN dalam bermigrasi ke jaringan data.Softswich dikembangkan oleh  International Softswitch Consortium (ISC) yang berdiri pada bulan Mei 1999 dan berpusat San Ramon, California USA. ISC mempromosikan Softswitch sebagai arsitektur terbuka dan terdistribusi yang memungkinkan jaringan mendukung layanan voice, data dan multimedia dari perangkat pelanggan ke jaringan core, dan mendukung interworking jaringan dengan aplikasi yang dapat menyediakan kombinasi layanan voice, data dan multimedia tersebut.

Anggotanya berasal dari berbagai kalangan penyedia layanan komunikasi, vendor perangkat jaringan, pengembang software terkemuka, dan kalangan lain yang terkait ISC menjelaskan softswitch sebagai suatu sistem yang mencakup semua hal yang berkaitan dengan sistem komunikasi NGN yang menggunakan standar terbuka untuk membuat jaringan terintegrasi dengan memadukan kemampuan layanan yang intelligence dalam menangani trafik voice, data dan multimedia secara lebih efisien dan dengan potensi nilai tambah layanan yang jauh lebih besar dari pada PSTN. Migrasi dari switching sirkit ke jaringan berbasis data (paket /frame/sel) yang dikontrol oleh softswitch akan mengalihkan industri telekomunikasi dari lingkungan yang tertutup ke lingkungan yang terbuka.

Dari sudut pandang PSTN, sistem softswitch adalah perwujudan sistem switching dalam

lingkungan jaringan paket. Fungsi-fungsi switch sirkit diwujudkan menjadi elemen-elemen

jaringan tersendiri yang secara independen membentuk jaringan softswitch. Masing-masing

elemen jaringan tersebut dihubungkan dengan menggunakan protokol yang terbuka. Softswitch dengan jajaran protokol yang dimilikinya dapat memberikan seluruh fungsi layanan PSTN, baik sebagai trunk maupun lokal, disamping fungsi layanan lain seperti disebutkan di atas. Perbandingan sistem switch sirkit dan softswitch ditunjukkan pada Gambar 1 berikut.

 

 

Gambar 1. Perbandingan Switch Sirkit dan Softswitch

 

 

Beberapa keuntungan yang diperoleh dari softswitch adalah:

1.      Dengan lingkungan kerjanya pada jaringan data paket, softswitch sangat mendukung pengembangan layanan masa depan berbasis paket secara efisien.

2.      Mendukung konvergensi voice dan data dalam satu platform jaringan data.

3.      Mendukung proses migrasi dari PSTN ke jaringan data secara mulus, sehingga mengurangi rugi-rugi yang dapat ditimbulkan akibat proses migrasi tersebut

4.      Dengan jaringan yang terbuka dan terdistribusi, diharapkan dapat mengurangi dominasi ketergantungan pada pihak-pihak tertentu, baik dalam hal pengembangan maupun operasinya.

Dalam pengembangannya softswitch mendukung berbagai standar internasional seperti ITU,

IETF, FRF, ATM Forum, dan IEEE dengan mengadopsi berbagai protokol standar terbuka yang ada di dalamnya seperti MGCP, MEGACO, SIP, SS7, CPL, H.323, Q.931/Q.2931, DiffServ, RSVP, RTP, RCP, MPLS, 802.ip, dan lain-lain.

 

Arsitektur  Layer Softswitch

Jaringan softswitch adalah jaringan yang dikembangkan pada lingkungan jaringan data paket IP. Arsitekturnya mengacu pada arsitektur NGN yang membagi jaringan sesuai dengan layer fungsi masing-masing, yaitu sebagai layer akses, transport, kontrol, dan layer aplikasi. Arsitektur softswitch ditunjukkan pada Gambar 2 berikut. Arsitektur tersebut diwujudkan dalam konfigurasi

seperti Gambar 2

 


Gambar 2. Arsitektur Layer Softswitch

 

Dua kata kunci pentingnya adalah 'terbuka' dan 'terdistribusi', yaitu bahwa sistem softswitch mengggunakan protokol standar terbuka untuk menghubungkan masing-masing elemen jaringan. Dengan protokol terbuka ini memungkinkan fungsi-fungsi elemen yang terpusat seperti pada sirkit switch dapat dipecah menjadi beberapa elemen sesuai fungsi, sehingga jaringan mempunyai skalabilitas dan fleksibilitas yang tinggi dalam mengakomodasi kebutuhan jaringan yang beragam.Dengan jaringan yang terbuka dan terdistribusi itu pula, softswitch akan lebih fleksibel dalam memberikan berbagai jenis layanan secara efisien.

Disamping itu juga diharapkan mampu menyatukan berbagai platform jaringan yang ada saat ini (PSTN, PLMN, dan Internet) ke dalam satu jaringan, yaitu jaringan data paket.

Working group arsitektur di ISC membagi bidang-bidang fungsi, yaitu fungsi transport, fungsi kontrol, fungsi aplikasi, fungsi data, dan fungsi manajemen seperti pada Gambar di bawah ini.

 

Gambar 3. Arsitektur Fungsional Softswitch

 

 

Fungsi Softswitch

Softswitch adalah implementasi dari fungsi konektivitas (atau 'switch virtual') pada sentral generasi masa depan yang terdistribusi. Fungsi utamanya adalah sebagai switching dan kontrol panggilan, sebagaimana fungsi utama sentral sirkit, dengan kemampuan melayani pelanggan telepon, Internet, dan pelanggan multimedia. Softswitch mengontrol pembentukan dan pemutusan panggilan dari dan ke pelanggan yang dilayani dan sekaligus mengatur hubungan pelanggan tersebut dengan Internet secara simultan.

Softswitch diimplementasikan dalam bentuk software yang dijalankan pada komputer yang tidak memerlukan spesifikasi hardware tertentu untuk aplikasi telekomunikasi. Besar kecilnya komputer akan tergantung pada besar kecilnya jumlah pelanggan yang harus ditangani. Untuk menjaga keandalannya, komputer harus mempunyai kemampuan fault-tolerant dan memiliki sistem redundansi penuh yang dapat diwujudkan dengan konfigurasi multi-prosesor atau bahkan multi-komputer untuk mencapai kemampuan pemprosesan yang tinggi.

Fungsi-fungsi yang harus dapat dijalankan oleh  softswitch adalah:

1.      Melakukan pembangunan dan pemutusan panggilan/hubungan.

2.      Melakukan pengaturan hubungan ke Internet dan ke penyedia layanan multimedia sesuai permintaan pelanggan.

3.      Biasanya menyediakan fitur dan kemampuan yang setidaknya sama dengan yang sudah ada pada sentral PSTN saat ini.

4.      Mengumpulkan data panggilan untuk keperluan charging dan keperluan pendukung

operasi dan layanan lainnya.

 

Softswitch dihubungkan dengan satu atau lebih Media Gateway untuk melayani pelanggan yang letaknya tersebar secara geografis. Fungsi Softswitch berkaitan erat dengan media gateway, oleh karena itu pemahaman tentang keduanya merupakan kunci penting dalam memahami sistem softswitch.

Disamping memiliki kemampuan layanan dasar panggilan teleponi, perangkat Softswitch juga dilengkapi dengan kemampuan manangani fitur-fitur dasar yang biasanya terdapat pada sentral lokal PSTN, seperti call waiting, call forwarding, three party, dan lain-lain. Aplikasi fitur tersebut dijalankan tanpa interaksi dengan elemen lain seperti SCP atau AIN. Fitur yang memerlukan interaksi dengan SCP atau AIN akan ditempatkan di elemen server aplikasi.Aplikasi lain yang juga dijalankan Softswitch adalah fungsi operasi, administrasi, dan pemeliharaan (OA&M) yang berkaitan dengan fitur dasar dan kemampuan jaringan softswitch.

 

 

Disadur dari: Rahmad fauzi, Suherman.2006.Jaringan Telekomunikasi Departemen Teknik Elektro Universitas Sumatera Utara-Medan

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by ELKOM UNESA Themes | Bloggerized by ELKOM UNESA - Premium Blogger Themes | Dibangun untuk kepentingan bersama